Glossary M-N

M – N (updated periodically)

Mahayu Jagat : derived from the word hayu which means rahayu or safe/good luck and jagat which means jagat alit (human world) and jagat ageng (the universe). Mahayu Jagat procession usually is held along with marisuda gumi ritual.
Mahayu Jagat : berasal dari kata hayu yang artinya rahayu atau selamat dan jagat, yang berarti jagat alit (manusia) dan jagat ageng ( alam semesta), mahayu jagat adalah salah satu prosesi dalam rangkaian upacara besar yang bertujuan untuk membersihkan bhuana alit dan bhuana agung (diri manusia dan alam semesta). Upacara mahayu jagat biasanya dilaksanakan bersamaan dengan prosesi marisuda gumi.

Manusa Yadnya : a ceremony related to the existence as human being e.g ceremony of new born baby, nelu bulanin (ceremony for 3 months old infant), mesangih/mepandes/metatah (toothfilling ceremony), pawiwahan (marriage ceremony) etc.
Manusa Yadnya : jenis upacara yang terkait dengan kehidupan manusia misalnya upacara nelu bulanin/nyambutin (upacara ketika bayi berusia bulan), mesangih/mepandes/metatah (potong gigi), pawiwahan (pernikahan) dan sebagainya.

Mapepada Wewalungan : a procession for the sacrificial animal. Intended to sanctify and to lift up the quality of the animal soul in order those sacrificial animal will have higher degree in the next life.
Mapepada Wewalungan : sebuah prosesi upacara yang dipersembahkan bagi hewan-hewan yang akan menjadi kurban pada saat pujawali agung. Bertujuan untuk menyucikan dan meningkatkan kualitas roh dari hewan-hewan tersebut sehingga dalam kehidupan selanjutnya, hewan-hewan yang dipakai sebagai wewalungan akan terlahir kembali dengan derajat yang lebih tinggi dikehidupan selanjutnya. Digunakan banten bea kaon untuk memproses sifat kebinatangannya dilanjutkan dengan doa puja dan kualitas rohnya ditingkatkan dengan banten bebangkit.

Marisuda Gumi : marisuda from the word suda which mean sanctification. this ritual is held along with mahayu jagat. The purpose of this ritual is to “clean up” our self and the universe (spiritually).
Marisuda Gumi : marisuda berasal dari kata suda yang berarti penyucian, sebuah prosesi dari sebuah rangkaian upacara besar biasanya dilakukan bersamaan dengan prosesi lainnya yaitu: mahayu jagat. Makna dari prosesi ini untuk membersihkan bhuana alit dan bhuana agung (diri manusia dan alam semesta).

Mlaspas, Melaspas : a sanctification ceremony for the stuff or new building before it’s used for the karya agung (next bigger ceremony).
Mlaspas, Melaspas : sebuah upacara yang bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan benda ataupun bangunan baru secara niskala sebelum digunakan dalam prosesi sebuah karya agung (upacara besar).

Munggah Daha Teruna : a traditional ritual for teenagers. The ceremony is intended to be grateful to the God that the children had passed their childhood well and healthy and praying that their life will be better in the future by knowing good things for them and  not doing things that are not good.
Munggah Daha Teruna : sebuah upacara bagi anak-anak yang telah memasuki masa remaja. Upacara ini merupakan wujud syukur atas anak-anak yang telah melalui masa kanak-kanak dengan baik dan sehat. Juga memohon agar anak-anak yang baru memasuki masa remaja ini bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi, dengan mengtahui hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang tidak baik.

Nangluk Mrana : nangluk mrana is a ceremony which is held to pray to Ida Sang Hyang Widhi, the Almighty God, to protect the village (where the ceremony is held) from negative disruption or disease epidemic. 
Nangluk Mrana : merupakan upacara yadnya yang dilaksanakan sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa agar berkenan menangkal atau mengendalikan gangguan-gangguan yang dapat membawa kehancuran atau penyakit.

Nelu Bulanin : see nyambutin
Nelu Bulanin : lihat nyambutin

Ngeraja Singa : a traditional initiation ritual for the boy. (see munggah daha teruna)
Ngeraja Singa : sebuah upacara tradisi untuk anak laki-laki yang memasuki masa akil balik. (lihat: munggah daha teruna)

Ngeraja Swala : a ritual munggah daha teruna for girl. (see munggah daha teruna)
Ngeraja Swala : sebuah upacara tradisi untuk anak perempuan yang memasuki remaja (lihat: munggah daha teruna)

Niskala : the unseen world, spiritual world. Skala and niskala, the seen and unseen world
Niskala : dunia yang tak kasat mata, yang tak tampak, dunia gaib.

Nyambutin : also known as nelu bulanin (nelu, telu = 3) ceremony, nyambutin is a ceremony for the 105 days infant. All procession done at home such as tuwun pane and the baby will be bathed as a sanctification symbol of his/her present in this world.
Nyambutin : disebut juga dengan upacara nelu bulanin (nelu, telu = tiga) nyambutin adalah upacara untuk bayi yang telah memasuki usia 105 hari atau tiga bulan menurut kalendar Bali. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan di rumah seperti ritual tuwun pane dan bayi dimandikan sebagai simbol penyucian atas kehadirannya di dunia.

Leave a Reply

17 − = 14