Glossary E-G

E – G (Updated periodically)

Eka Dasa Rudra : is the biggest tawur agung ceremony which occurs every 100 years when the last two number in Saka Bali calendar reach 0 (zero). The ceremony is intended to praying for the balance in nature and keep people away from disaster yet praying for prosperity. Eka Dasa Rudra is a worship to 11 butha, negative power which arise from disharmonious. The last Eka Dasa Rudra ceremony in Bali was held at Besakih temple in 1979 or due to the Saka Bali Calendar it’s the year 1900.
Eka Dasa Rudra : adalah salah satu upacara keagamaan yang berlangsung setiap seratus tahun sekali atau tepatnya ketika angka puluhan dan satuan kalendar sangka mencapai angka 0. Upacara ini termasuk kedalam upacara tawur agung yang bertujuan memohon keseimbangan jagat serta menjauhkan manusia dari bencana dan sekaligus memberikan kesejateraan. Upacara Eka Dasa Rudra adalah pemujaan terhadap 11 Kala Rudra yang menguasai bhuta/kala di setiap penjuru angin. Terakhir kali dilaksanakan di Bali adalah pada tahun 1979 atau menurut perhitungan kalendar Saka genap pada tahun 1900.

Eka Wara : cycle of the day (pawewaran) in Saka Bali Calendar which has only one day which called luang which means sole, single, one, and vacant.
Eka Wara : adalah daur hari (pawewaran) dalam kalendar Bali yang terdiri dari hanya satu unsur yaitu luang yang berarti tunggal, kosong.

Endek : has many motifs, endek is a traditional fabric of Bali. This kind of fabric called tenun ikat (tied fabric) refer to the how the motifs is made. Cotton or silk yarn is used as the main material. To create the motif, some of the yarn is tied up, then it’s dipped into the colour liquid. The yarn is then woven using traditional looms. Since there are some places which make endek, it is named due to the regency where it is been made. Endek Gianyar is made in Gianyar meanwhile Endek Klungkung is made in Klungkung, etc.
Endek : memiliki motif yang beragam, endek merupakan wastra (kain) khas Bali. Dinamakan juga kain tenun ikat khas Bali karena dalam proses pembuatan motifnya, benang diikat sesuai dengan pola/motif yang dikehendaki, kemudian dicelupkan kedalam cairan pewarna, setelah diangkat dan dikeringkan baru kemudian ditenun dengan menggunakan alat tenun tradisional. Bahan yang digunakan adalah benang kapas, sutra ataupun katun. Kain tenun endek diberi nama sesuai dengan tempat pembuatannya, misal kain tenun Endek yang berasal dari kabupaten Gianyar disebut dengan Endek Gianyar, sementara yang dari kabupaten Klungkung dinamakan Endek Klungkung dan sebagainya.

Er Jeruk : name of the temple in Sukawati, Gianyar. Pura Er Jeruk is one of Pura Kahyangan Jagat, which means this temple is dedicated for all Hindu Bali in general. For your information, there are some kinds of temple, such as: pura kawitan (this temple belongs to the people from same clan), pura desa (this temple belongs to the community in the village, every village have their own pura desa), pura subak (this temple belongs to the peasant to worship to Bhatara Sri, the goddess of fertility for plants, esp for farming) etc.
Er Jeruk : adalah nama salah satu pura di Bali yang terletak di Sukawati, Gianyar. Pura Er Jeruk termasuk kedalam Pura Kahyangan Jagat, artinya pura ini sebagai sarana pemujaan untuk umum, semua umat boleh melaksanakan persembahyangan di pura ini tanpa membeda-bedakan asal-usul keluarga, desa maupun profesi dari umat yang datang. Sebagai catatan, ada beberapa jenis pura di Bali, seperti pura kawitan (pura yang dimiliki oleh umat yang memiliki leluhur yang sama), pura desa (pura yang berada di setiap desa untuk umat dari desa yang bersangkutan), pura subak (pura pemujaan untuk mereka yang berprofesi sebagai petani) dan sebagainya.

Erangan : due to the pewewaran (cycle of the days) in Saka Bali Calendar, Erangan is one of 9 names in Sanga Wara. All name of the 9 days in sanga wara are Dangu, Jangur, Gigis, Nohan, Ogan, Erangan, Urungan, Tulus and Dadi.
Erangan : dalam pewewaran di kalendar Saka Bali, Erangan adalah nama salah satu hari dari sembilan hari dalam Sanga Wara. Berikut nama hari selengkapnya yaitu Dangu, Jangur, Gigis, Nohan, Ogan, Erangan, Urungan, Tulus dan Dadi.

Gamelan : is a traditional music ensemble made up predominantly of percussive instruments. The most common instruments used are metallophones played by mallets and a set of hand-played drums such as kendhang. Other instruments include xylophones, bamboo flutes, a bowed instrument called a rebab, etc.
Gamelan : adalah seperangkat alat musik yang terdiri dari berbagai macam jenis dengan cara memainkan yang berbeda seperti kendang, rebab, gangsa dan balungan, gong, kempur, reyong, trompong, kenong, dan sebagainya.

Galungan : is one of the religious holiday which occurs every 210 days. Galungan is a victory celebration of dharma (goodness) against adharma (badness).
Galungan : salah satu hari raya keagamaan yang diperingati setiap 210 hari sekali. Galungan merupakan perayaan hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kebatilan).

Gede : is a common first name for the first son in the family. Besides Gede, the most common used is Wayan or Putu.
Gede : adalah nama yang biasa diberikan kepada anak pertama laki-laki di dalam sebuah keluarga. Selain Gede, nama yang paling populer adalah Wayan atau Putu.

Geguntangan : or gamelan geguntangan is a name for a set of traditional musical instrument which has 2 scale slendro and pelog due to the tembang (song) which is played. The sound of gamelan geguntangan is not too loud as gamelan gong since it is used in arja (traditional Bali opera) where the player mostly singing and talking.
Geguntangan : atau gamelan geguntangan merupakan sebuah nama dari barungan gong yang memiliki 2 laras: slendro dan pelog tergantung tembang yang diiringi. Suara gamelan geguntangan tidak terlalu keras seperti halnya gamelan gong karena geguntangan salah satunya dipakai untuk mengiringi kesenian tradisional arja yang lebih mengutamakan gerak dan lagu yang dinyanyikan oleh para pemainnya sehingga suara gamelan pengiring tidak mendominasi.

Gong : is a percussion musical instrument made from metal. The shape is circular metal disc which is hit with a mallet.
Gong : adalah alat musik perkusi yang terbuat dari bahan logam. Berbentuk bulat datar dengan tonjolan ditengahnya. Untuk membunyikannya dipergunakan alat bantu yang memiliki pegangan dari kayu.

Griya : a specific name for the house of high priest or their descendant. They have first name such as Ida Bagus (for man) and Ida Ayu (for woman).
Griya : Istilah untuk penyebutan rumah atau tempat kediaman orang Bali dari keturunan brahmana / pedanda, dengan nama depan/bergelar Ida Bagus (untuk laki-laki) atau Ida Ayu (untuk perempuan).

Leave a Reply

− 2 = 1