Glossary O-P

O – P (updated periodically)

Odalan : also known as piodalan or pujawali, is a celebration of holy day in a temple. In general, it occurs every 210 days based on wuku or pawukon in Bali calendar system. However, some temples celebrate their holy day based on sasih, which means it occurs about 360 days. (see piodalan and pujawali) 
Odalan : dikenal juga dengan sebutan piodalanpujawali, adalah perayaan hari suci di pura yang dilakukan secara berkala berdasarkan perhitungan wuku atau pawukon yang berulang selama 210 hari sekali. Atau berdasarkan perhitungan sasih yang terjadi berulang setahun sekali. (lihat juga piodalan, pujawali)

Pada Gelahang : a kind of marriage system in traditional Bali culture. In general, when a woman get married, she will follow her husband and leave her family where she belong, include all its inheritance, but in pada gelahang married, she still keep status as part of her parents family.
Pada Gelahang : Sebuah istilah dalam perkawinan adat Bali dimana pihak perempuan tidak sepenuhnya menjadi bagian dari keluarga pihak laki-laki secara adat. Dibeberapa tempat dikenal juga dengan istilah Mepianak Bareng.

Panca Yadnya : panca means 5; yadnya means sacred offering. Panca Yadnya is 5 kinds of the offering. They are Dewa Yadnya (the ceremony dedicated for Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Hindu almighty God, Rsi Yadnya (dedicated for the priest for their merit), Pitra Yadnya (the ceremony dedicated for the ancestors including the parents), Manusa Yadnya (the ceremony for human), and Bhuta Yadnya (the ceremony for the bhuta kala/negative power to neutralize it and make harmonious in the niskala world). (see: yadnya, dewa yadnya, rsi yadnya, pitra yadnya, manusa yadnya, and bhuta yadnya)
Panca Yadnya : panca = 5; yadnya = persembahan suci. Panca Yadnya adalah 5 jenis upacara persembahan suci yaitu: Dewa Yadnya (upacara yang dilakukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Rsi Yadnya (suatu pengorbanan yang dipersembahkan untuk para rohaniwan atas jasa-jasanya dalam membimbing umatnya), Pitra Yadnya (upacara untuk para leluhur yang sudah meninggal maupun yang masih hidup seperti orang tua), Manusa Yadnya (upacara yang dilakukan kepada sesama manusia, misalnya pernikahan dan sebagainya), and Bhuta Yadnya (upacara yang ditujukan untuk bhuta kala yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan alam sehingga menjadi harmonis). (lihat: yadnya, dewa yadnya, rsi yadnya, pitra yadnya, manusa yadnya, and bhuta yadnya)

Perarem : customary village release 2 kinds of official regulation to follow by the community in the village. The general regulation is called awig-awig and the more specific one is called perarem. (see: awig-awig)
Perarem : sebuah peraturan yang dikeluarkan oleh desa adat turunan dari awig-awig. Jika pertauran dalam awig-awig lebih bersifat umum, perarem mengatur hal-hal yang lebih teknis sifatnya. (lihat awig-awig)

Piodalan : also known as odalan or pujawali, is a celebration of holy day in a temple. In general, it occurs every 210 days based on wuku or pawukon in Bali calendar system. However, some temples celebrate their holy day based on sasih, which means it occurs about 360 days. (see odalan, pujawali) 
Piodalan : dikenal juga dengan sebutan odalan, pujawali, adalah perayaan hari suci di pura yang dilakukan secara berkala berdasarkan perhitungan wuku atau pawukon yang berulang selama 210 hari sekali. Atau berdasarkan perhitungan sasih yang terjadi berulang setahun sekali. (lihat juga odalan, pujawali)

Pitra Yadnya : a ceremony dedicated for the ancestors e.g. ngaben/plebon for the late parents is one of the pitra yadnya. It is intended to sanctify the soul in order to make the journey to the next life is going well. Pitra Yadnya for the living parents also include respect and obey them. Taking care when they get ill, etc.
Pitra Yadnya : adalah sebuah pengorbanan suci yang ditujukan bagi para leluhur, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Contoh pelaksanaan Pitra Yadnya misalnya melaksanakan upacara ngaben, plebon, kremasi bagi orang tua yang telah meninggal agar roh mereka dapat kembali menyatu dengan sang pencipta dan mendapat tempat yang layak disisiNya. Menghormati dan menuruti perintah orang tua dan merawat mereka jika dalam keadaan sakit merupakan bagian dari pitra yadnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pujawali : also known as odalan or piodalan, is a celebration of holy day in a temple. In general, it occurs every 210 days based on wuku or pawukon in Bali calendar system. However, some temples celebrate their holy day based on sasih, which means it occurs about 360 days. (see also odalan or piodalan)  
Pujawali : dikenal juga dengan sebutan odalan, piodalan, adalah perayaan hari suci di pura yang dilakukan secara berkala berdasarkan perhitungan wuku atau pawukon yang berulang selama 210 hari sekali. Atau berdasarkan perhitungan sasih yang terjadi berulang setahun sekali. (lihat juga odalan atau piodalan) 

Leave a Reply

8 + 1 =